topbella

Sabtu, 06 April 2013

Mengenang Tragedi Kala Itu


Matahari bangun dari peraduannya
Tanda dimulainya hari yang indah
Sorak-sontai hambaNya bergembira
Seakan-akan tak pernah ada keluh kesah
Cerahnya sang surya
Tak secerah semangat para pejuang sang pencari nafkah
          Butiran ombak di pagi buta
          Menjadi teman mereka
          Menjadi tempat bersemayam
          Jiwa-jiwa yang tak pernah berputus asa
Hari itu
Hari yang indah
Semua yang ada
Menyambutnya dengan tawa
Hari itu
Tak ada duka
Semangat yang membahana
Mekar indah dalam raut muka
          Sang nelayan pergi mengarungi lautan
          Berbekal jala tuk mencari ikan
          Sang petani pergi membajaki ladang
          Berbekal cangkul tuk menyulap tanah gersang
          Sang ibu tak kalah pula berlarian
          Menanak nasi membawa tampan
          Menyiapkan suapan untuk keluarga tersayang


Dengan gumpalan semangat
Mereka menjalani kehidupan
Tak peduli seperti apa tantangan yang mereka hadapi
Tak peduli sekeras apa batu yang menghadang
Semangat dan do’a kan tetap mengiringi
          Alam menyambut mereka dengan riang
          Tak ada kegelisahan
          Apalagi keputusasaan
Di pematang seorang anak kecil berdiri
Nampaknya dia sedang mengalami kepedihan
Mata lentik menjadi penuh dengan airmata
Wajah cantik menjadi sembam
Duduk di bawah pohon kelapa
Beralaskan tikar yang terbuat dari daun rotan
sedu sedan karena kalah bermain bersama kawan
          lucunya mereka kala itu
          berlarian mereka tertawa riang
          wajah penuh tawa
          rona gembira mekar begitu saja
          pahit manis kehidupan belum pernah mereka temukan
          mereka habiskan waktu dengan permainan
          mulai pulang sekolah hingga petang
setiap hari hal seperti itu terjadi
kan selalu kita temui
indahnya kehidupan
meski tinggal di desa pedalaman
kehidupan yang sama sekali tidak akan kita temui di perkotaan
          hingga pagi itu
          sesuatu yang tak terpikirkan telah datang
          ombak besar menerjang
          merusak dan menghancurhan seisi kampung
          air bah menyeret tubuh-tubuh tak berdosa dengan
          paksa
          pohon kelapa jatuh bak tangkai kecil yang berhamburan
          di kala hujan
alam meluapkan amarah
gemuruh ombak semakin membahana
dalam sekejap
menghancurkan semuanya
          banyak tubuh terhanyut
          tak berdaya mengikuti gelombang yang menelan ribuan
          jiwa
          senyuman dan tawa yang biasanya membahana
          kini disulap menjadi petaka
          kebahagiaan itu kini tlah lenyap
          terbawa ombak dan kembali ke asalnya
bangunan kokoh tak ada lagi
pohon yang rindang tak nampak lagi
alam meluluhlantakkan semuanya
menghapus bersih tanpa tersisa
          tangisan dan airmata ada dimana-mana
          tak mampu melawan takdir yang menerjang
          tak mampu menolak kehendak Tuhan Yang Maha Tau
karena kita hanyalah hambaNya yang tak mampu
          kejutan airmata itu hadir tiba-tiba
          hingga kini kan masih membekaskan luka

Kerlingan sepi menjerat kalbu
Kegundahan hati menjadi semakin tak menentu
Terdengar sepetik bait lagu
Dari bilik kecil tak berterumbu
Sayup-sayup lirik yang membuat hati semakin pilu
          Kegundahan semakin menjadi
          Keberanian hilang dan telah mati
Awan semakin menggelap
Selaksa peristiwa yang mencekeram negara ini
beberapa tahun yang lalu
tetaplah mengukir kenangan yang takkan terlupakan
          dengan sebutir semangat dan keikhlasan
          mereka kembali membangun pondasi kehidupan
          mereka kembali bangkit
          meski masih terasa pahit
          namun harus mereka tepis
hari demi hari mereka lali
dari waktu ke waktu mereka jalani
dengan semangat tuk kembali menggapai mimpi
mimpi yang telah sirna akan kehadiran Tsunami
          kini tawa itu kembali terukir
          kini semangat itu kembali hadir
          kerlingan sepi tak ada lagi
          hamparan mimpi siap mereka raih
tak ada yang perli disesalkan
tak ada yang perlu dikecewakan
semuanya adalah pelajaran
selagi itu juga merupakan teguran


Rabu, 04 Januari 2012

Kado Berbungkus Cinta



Kunantikan selalu hari indah itu
Hari yang hanya akan datang sekali dalam setahun
Bukan hari kelahiranku
Bukan pula hari keberuntunganku
Yah, itulah hari kelahiran ibuku...

Ku tabungkan uang jajanku
Sedikit demi sedikit
Tuk kubelikan hadiah kecil
Yang kan ku hadiahkan untuk ibuku

Hari itupun telah tiba
Semalam aku selalu terjaga
Kurangkai kata cinta
Kupanjatkan selalu doa
Kuharap Tuhan memberikannya panjang usia
Kubungkus kado itu dengan bungkusan sederhana
Bungkusan kesetiaan, bungkusan cintaku untuknya
Kuraih pita merah
Warna kesukaan kami berdua
Kutautkan ujung-ujungnya
Kurangkaikan dengan kado sederhanaku untuknya

Kusematkan secarik kertas putih
Bergoreskan tinta berwarna-warni
Berisikan ungkapan-ungkapan hati
Bertabur kata cinta yang tulus dari hati

Kuletakkan kado itu di samping tempat tidurnya
Kulihat wajah yang begitu lelah
Namun tetap selalu terlihat tegar dalam menjalani hidupnya
Kuciumi kening yang sudah mengerut karena usia
Ku panjatkan kembali beberapa do’a
Hingga tanpa sengaja,,,
Airmataku pun membangunkannya !

Ku usap cepat-cepat
Ku tepiskan wajah sayuku
Dan kuberikan senyuman teruntuk kasih putihku

Dia lupa jikalau hari ini hari istimewa untuknya
Diapun terkejut akan kado disamping tempat tidurnya
Kubisikkan sebuah kalimat
Sebelum kuciumi lagi keningnya
Dan kemudian kutinggalkan dia di kamarnya
Karena ku tak mau melihat airmata keluar dari mata sayunya


                “ selamat ulang tahun ibundaku ! ”



Exspecially i writing this for my mom birthday at 01 january 2012th
I can not give something exspecially for her, but i will always give my heart and my love for her
You are my everything mom, and your face will be always i remember as long as i life...

Senin, 22 Agustus 2011

Arti Akan Kepahitan


Sungguh...
aku bersyukur padaNya
akan segala pemberianNya
karena tanpa semua pemberianNya
ku tak tau apa nanti jadinya dengan diri yang lemah ini

Dia memberikanku hidup
Dia menganugerahiku keluarga
Dia memberikanku rezeki
meski itu hanyalah titipan Darinya
tetapi aku sangatlah mensyukurinya

Ia berikan ku kenikmatan
tuk merasakan manis pahitnya kehidupan
dengan pemberian itu,
dengan merasakan lara dan melawan segala amarah
aku pun menjadi tahu
aku pun menjadi mengerti
betapa sulitnya kehidupan ini,
sungguh tak semudah yang ku bayangkan
karena di dalam hidup
penuh dengan ‘teka-teki kehidupan’

namun,,,
pabila kita menjalani hidup ini
dengan hati yang ikhlas sabar
jiwa yang tegar
maka dengan mudahnya kita dapat menjalani
kehidupan duniawi yang tak abadi ini
Insha Allah^^

Jumat, 15 Juli 2011

tangis dan senyum orang tua



Semua orang didalam hidupnya pasti pernah mengalami sesuatu yang disebut "tangisan dan senyuman". Yah, itu adalah sesuatu yang sangatlah wajar dan kerapkali terjadi didalam kehidupan sehari-hari. Saat kita dalam keadaan sedih, gundah, risau biasanya yang hadir menemani perasaan seperti itu adalah tangisan dan airmata. Saat kita senang, gembira, merasa bangga, maka seulas senyuman atau bahkan lebih akan terpancar di wajah kita. Bahkan terkadang saat kita senang, airmata pun ikut hadir memecah suasana. yah, itulah kehidupan.


Parent's Love




Tetapi, pernahkah kita menilai arti sebuah tangisan dan senyuman yang terpancar dari raut wajah orang tua kita? Orang tua kita adalah harta termahal yang tak ternilai harganya. Tidak bisa dipungkiri jikalau terkadang kita sebagai seorang anak melupakan mereka, tak menghiraukan keadaan mereka, tak menghiraukan perasaan yang terpendam didalam hati mereka, kita hanya memikirkan perasaan dan kesenangan kita sendiri tanpa menghiraukan mereka yang telah banyak berkorban untuk kita. Lalu, egois'kah kita? yang bisa menjawabnya adalah diri kita sendiri.

Apakah itu balasan kita untuk mereka? Seenaknya saja melakukan apa yang kita suka tanpa memikirkan mereka? Padahal dikala kita sedih, kedua orang tua kita selalu siap menghibur kita, selalu siap membantu kita, meskipun terkadang mereka sibuk dengan urusan mereka, tetapi sesungguhnya mereka masih mempedulikan keberadaan kita, karena kita adalah bagian terpenting didalam kehidupan mereka. 

Percaya atau tidak, mereka sebenarnya memiliki keinginan dan pengharapan yang sangat tinggi untuk kita. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi orang yang berguna, orang yang lebih baik dari mereka. Mereka pun sebenarnya sering dilanda perasaan sedih dan takut, bahkan ketika perasaan itu sangat menggelut dipikiran mereka, airmata nakal pun tak terbendung keluar mengalir membasahi wajah mereka. Ketika melihat buah hati mereka tidak seperti yang mereka harapkan, betapa pedihnya hati mereka, ketika melihat buah hatinya mengalami kegagalan, betapa pilunya perasaan mereka, dan ketika buah kati mereka sudah melupakan mereka, sungguh sangat hancur hati dan perasaan mereka. Orang tua kita terkadang suka menyembunyikan perasaan mereka, saat mereka sedih mereka mencoba tetap terlihat senang dan bersemangat dan tersenyum di depan para buah hatinya, padahal sesungguhnya campur aduk perasaan di dalam hatinya.


Tetapi apakah yang kita lakukan? kita enyah begitu saja, sibuk dengan urusan kita. Seandainya saja kalian menyadari betapa pentingnya kehadiran tangisan dan airmata didalam kehidupan, maka kita akan dengan mudah mengubah dunia didalam genggaman kita. Betapa besar arti kepedulian kita bagi orangtua kita. Kepedulian yang kita berikan, laksana aliran listrik yang menyetrumkan semangat yang amat besar bagi kedua orangtua kita. Oleh karena itu, mulai saat ini, cobalah tuk dapat merasakan arti tangisan dan senyuman orang tua kita, bukan hanya tangisan dan senyuman kita saja, cobalah untuk peduli dengan orang tua dan yang lainnya, karena jika kita ingin dipedulikan orang lain maka mulailah dengan mempedulikan orang lain terlebih dahulu. :)


About Me

Foto saya
im just simple girl, nothing special